­
­

wanita lorong

Aku keluar persiapkan diri Tinggal menghayun langkah longlai Di tengah malam pekat Ditemani asap nikotin Diselubungi hingar-bingar jeritan Nafas sang teruna Membelah pekat malam Demi mencari nafkah Nafkah haram untuk Menyara hidup Hai hidup kenapa kau celaka? Tidak ku minta sesuatu berbuah dosa Dosa yang menyelubungi sanubari Semakin hari memakan diri Tak selamanya aku mahu begini Tak sanggup aku mati berteman api ! ...

Continue Reading

kenangan

Cerita tentang kenangan Ibarat pohon rendang berimbun Penuh parasit  renek menjalar Seolah-olah sedang memikirkan sesuatu yang rumit Pohon rendang ini gagah meniti usia tuanya Tersimpan suka dan luka Dulu kita gemar bercanda dibawah pohon itu Berbisik tentang pengalaman Berbicara tentang masa hadapan Dulu bawah pohon itu hanya tergiang suara kita Kini sunyi tidak beriak Kita meninggalkan bayang kenangan di bawah pohon itu Dan...

Continue Reading

gelap

Hitam sungguh Sampai tak sanggup untuk aku memandang Gelap sungguh Sampai tak terlihat aku Sungguh aku tak mampu untuk bertahan Terlalu gelap Aku takut, jiwa aku rapuh, nadi ku berdetar Aku berfikir tentang penamat Aku berfikir tentang pengakhiran Aku lelah Gelap semakin gelap Pandangan semakin kabur Sorot pandangan tiada  titik tumpu Sudah tiba masanya aku pergi Tinggalkan duniawi Menghadap pencipta hakiki Sungguh gelap...

Continue Reading

binasa

Pokok kecil kau tebas Apatah lagi yang besar Toleh kanan toleh kiri Ruang kosong kau jalan Semua kau sapu Habis apa jadi dengan haiwan tumbuhan Dan manusia ? Kepala bana kau letak  mana Aku membesar dengan melihat satu-persatu Khazanah Negara ranap binasa Disebabkan adanya makhluk-makhluk perosak Habis apa yang tinggal untuk generasi seterusnya ? Habis binasa belaka Jangan cuba rencana jenaka Semua ini...

Continue Reading

negara bajingan

Ku lihat negara makin parah Ku tertanya dimana nahkoda? Siapa yang merangka arah? Kucarnya terserlah nyata Mampukah negara ini kebal bertahan Tangan jahat mula menjalar Mengambil kesempatan pada yang lemah Cuba menghancurkan benteng yang terbina lama Hai.. nahkoda tidak nampakkah ia ? Atau itu satu propaganda semata? Aku tunggu Mengharap sesuatu Supaya bisa merubah telahan yang sudah ku jangka Hai Negara bajingan Lupakan...

Continue Reading

resah

Resah Pahit hati tiada siapa yang mengerti Aku tertunduk bisu Merenung kasut converse lusuhku Aku melihat jeans ku Yang ku biarkan koyak di lutut Bagiku nampak ganas Aku tidak tahu apa sebenar tujuanku Hati aku semakin resah Makin hari makin resah Aku tidak bahagia Aku tiada tawa Sekelilingku pandang tidak beriak Seolah-olah tidak mengerti Aku ibarat bahan terbuang Ku terbiar kaku sejam dua...

Continue Reading

kelmarin

Senja semakin berginjak kelam Matahari sudah lama menyorok cahaya Aku cuma masih sendiri Masih berkira-kira untuk lari Aku masih tidak bertindak segera Mereka tidak tahu rasa hati aku yang semakin hari semakin hiba Aku sudah resah Mencari mana pelita Kerna mataku hampir buta Kelmarin aku bisa bertindak berani Tapi kini aku terkaku sendiri Kelmarin aku bisa bergelak tawa Tapi kini aku hiba berduka-cita...

Continue Reading

hari esok

Aku merenung jendela Satu kanvas tersergam nyata Hati ini ligat bertanya-tanya sama ada Mampukah aku melihat hari esok Aku risau Lelah Lemah tak berdaya Aku tak mampu menongkah arah Aku rimas..lemas.. Gelisah. Owh.. dimana arah tuju aku? Aku makin keliru Aku takut tak mampu Melihat hari esok Resah ku bermadah denganMu Tergoncang segala desah lemah Pimpin aku wahai Tuhan Pimpin hati ku ...

Continue Reading

laku keras